My Healthy Yoghurt

Kontak Kami

08119333722 /

EMAIL

admin@myhealthyyogurt.co.id

Pin BBM

D20350CF

Bisnis keluarga

Entrepreneurs

Memulai usaha kecil bersama keluarga misalkan dengan suami, anak, atau sanak saudara bisa menjadi tantangan yang unik. Di sisi lain, ini juga sangat membantu untuk urusan kepercayaan dan cara yang bagus untuk mengajak semua anggota keluarga untuk bersama-sama demi keamanan generasi selanjutnya.

Keuntungan utama dari menjalankan bisnis dengan keluarga adalah adanya kepercayaan yang tidak didapatkan dari bisnis yang tidak berorientasi pada keluarga. Karena adanya kepercayaan dan hubungan keluarga inilah, anggota keluarga bisa bekerja lebih giat dan tidak membutuhkan kontrak legal dan permasalahan lain yang berkaitan dengan karyawan.

Banyak contoh bisnis keluarga dari orang-orang sukses yang ada di indonesia,seperti contohnya keluarga Tahir, orang terkaya di Indonesia ke 13 versi Forbes.

Keluarga Tahir memiliki gurita bisnis di beberapa sektor yang tergabung dalam Grup Mayapada. Tahir yang memiliki kekayaan US$1,3 miliar atau sekitar Rp11,7 triliun dengan kurs Rp9.000 per dolar AS, telah memiliki Bank Mayapada, Rumah Sakit Mayapada, Mayapada Tower, dan Sona Topas Tower.

Terlepas dari banyaknya argumen, keluarga memiliki kecenderungan untuk tetap bersatu dalam masa-masa sulit. Hal ini disebabkan karena setiap anggota memiliki pemahaman yang lebih terhadap anggota keluarga yang lain, dan memiliki argumen, kerja sama, dan pengalaman negatif bersama-sama.

Agar bisnis keluarga dapat berjalan dengan lancar dan sukses, maka harap diperhatikan tips-tips berikut ini :

1. Tetap Berusaha Obyektif Dalam Penilaian

Biarpun ada sisi positif dari hubungan keluarga berupa kepercayaan, namun ada kalanya sulit secara obyektif memperlakukan rekan bisnis atau karyawan kita bila ada hubungan keluarga. Tetaplah berusaha seobyektif mungkin dalam melakukan penilaian.

2. Pisahkan Uang Keluarga dan Uang Perusahaan

Jangan pernah campur adukkan uang keluarga dan uang perusahaan. Buat pembukuan terpisah dan buat rekening yang terpisah.

3. Pikirkan Bagaimana ”Mewariskan” Bisnis Secara Adil

Jika saat ini bisnis anda sudah berjalan dan anda yakin bahwa bisnis anda akan berkembang maka suatu saat bisnis tersebut dapat anda wariskan pada keturunan anda. Nah, mulai sekarang buat perencanaan bagaimana anda bisa mewariskan bisnis tersebut secara adil.

4.Jalin Komunikasi Yang Baik Di Keluarga

Pastikan bahwa komunikasi tidak menjadi halangan. Adakanlah pertemuan rutin untuk membahas perkembangan dan perbedaan pendapat.

5. Jangan Pilih Kasih

Bila saat ini anda memimpin bisnis keluarga, maka anda harus berusaha adil dalam memperlakukan anggota keluarga anda yang membantu bisnis anda. Adil bukan berarti harus sama rata pembagiannnya, namun pembagian dari hasil bisnis dan delegasi lingkup pekerjaan harus disesuaikan dengan minat dan bakat dari masing-masing anggota keluarga seperti layaknya perusahaan yang diisi oleh para profesional tanpa hubungan keluarga.